Dan kini beberapa pentolan Forum Kapuas sudah naik ke pentas papan atas panggung politik. Selain Viryan Azis selaku komisioner KPU Kota Pontianak lalu naik kelas ke KPU Provinsi Kalbar–katanya sebagai bagian dari mengawal buah reformasi melalui pemilu yang berkualitas–juga Maskendari, Fraksi PDIP, anggota DPRD Provinsi Kalbar. Ada juga MS Budi yang kini Ketua KPI Kalimantan Barat. Eksistensi Viryan di KPU menurutnya agar terwujud impian pemilu berintegritas menjadi realitas daripada sekedar idealitas. Tak heran jika dia diamanahkan sebagai ex officio Tim Pemeriksa Daerah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (TPD-DKPP).
Viryan Azis juga dikenal sebagai pemuda pelopor. Dia melahirkan gagasan besar berupa lahirnya Dompet Ummat (DU/2001/memimpin hingga tahun 2013/selanjutnya sebagai pembina hingga sekarang). Semula DU itu kecil, namun kini menggelembung membesar. Dia tak kenal lelah melakukan pemberdayaan kaum dhuafa, kaum miskin papa dan tertindas. Persis seperti visi Koran Kompas: Mengingatkan kaum atas dan membela kelas tertindas.
Di Kabupaten Sambas Viryan berhasil mengangkat citra tenun ikat. Bahkan berhasil tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena mewujudkan sesuatu yang musykil menjadi tak mustahil. Yakni kain tenun ikat Sambas terpanjang di Indonesia. Sampai kini tak ada yang melewati rekor tersebut. Super duper applaus.
