Katanya, webinar AGSI telahmengangkat tema-tema konstekstual. Tujuannya memberikan pemahaman kepada publik bahwa sejarah akan selalu aktual dan sejarah harus menjadi referensi dalam setiap nafas kehidupan kita yang perjalanannya melintasi ruang dan waktu. Sejarah juga harus menjadi panduan dalam kita menentukan arah perjalanan bangsa, masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
AGSI, lanjutnya memiliki semangat untuk menjadikan diri sebagai sebuah gerakan intelektual yang mengambil peran aktif dalam mengembangkan kompetensi profesionalisme serta harkat martabat Guru Sejarah. “Webinar ini dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran sekaligus bahan pengayaaan bagi Guru dan Siswa dalam memahami secara lebih utuh, di mana berbagai tema sejarah baik teks maupun konteks, melalui ruang dialog akademik, bertumpu pada sumber-sumber sejarah, serta diperkaya dengan pendekatan multidimensional untuk menghadirkan pikiran dan kesadaran sejarah melalui pembelajaran di ruang-ruang kelas.”
Webinar Nasional Kesejarahan kali ini akan dipandu oleh dirinya selaku Presiden AGSI dengan menghadirkan Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie IX (Sultan ke-9 Pontianak, Kalimantan Barat) dan serta para narasumber kompeten lainnya. Mereka adalah Dr. Mohammad Iskandar (Sejarawan), Turiman Faturahman Nur, S.H., M.H. peneliti sejarah lambang negara, Dr. Rusdhy Husein (Sejarawan dan pernah duduk di Dewan Gelar), dan Anshari Dimyati, SH., M.H. Ketua Yayasan Sultan Hamid II.
