Berita

Waspada Ekstrimisme dan Radikalisme

Waspada Ekstrimisme dan Radikalisme

teraju.id, Pontianak  – Sempitnya pemaknaan keagamaan memunculkan kelompok ekstremis serta radikalisme di Indonesia. Demikian diungkapkan anggota MPR RI, Ir H Zulfadhli, MM ketika melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR di ruang Video Conference Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) dua pekan silam.

Acara resmi kenegaraan Sosialisasi Empat Pilar MPR dihadiri Wakil Dekan III Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Untan, Sugeng Susila, SH, MH, Kasubbag Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Untan, Hj Hasanah, S.Sos, MM, Presiden BEM Fakultas Hukum Untan, M Taufik Hidayat, Ketua Kastrad Forum Lembaga Dakwah Fakultas Hukum Seluruh Indonesia (Fordafhi), M Al Iqbal serta ratusan mahasiswa Fakultas Hukum dan FISIP Untan.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta membacakan teks Pancasila.

Wakil rakyat asal Dapil Provinsi Kalbar itu menegaskan, dewasa ini radikalisme mengganggu pemahaman tentang Pancasila serta menjadi tantangan kebangsaan.

Tak hanya itu, tantangan kebangsaan lain adalah pengabaian kepentingan daerah serta fanatisme kedaerahan. Seperti dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), fanatisme kedaerahan muncul dan sikap primordialisme pun terjadi. Seolah-olah hanya putra asli daerah yang bisa menjadi kepala daerah. Hal itu mengganggu kebhinnekaan serta kurangnya penghargaan terhadap kebhinnekaan yang muncul saat ini, ujarnya.