
H. Helmi Hasan, SE yang saat ini menjabat menjadi Walikota Bengkulu di periode yang keduanya juga megungkapkan ketertarikan beliau dalam diskusi kali ini mengenai New Normal dimana Kota Bengkulu telah meraih penghargaan nomor 1 dalam bidang transportasi yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. “Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menghadapi pandemi ini. Suasana pun banyak yang berubah, adapun demikian di Instansi Pemerintah Bengkulu penggunaan e-government meningkat dalam melayani pelayanan publik agar menghindari keramaian di instansi tersebut.” Beliau juga menuturkan pemerintah harus memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh masyarakatnya meski sedang pandemi.
Dr. Alexander, M.Si selaku Akademisi Fisip Unihaz memaparkan mengenai optimalisasi e-government pada sektor pelayanan publik di wilayah Provinsi Bengkulu pada era New Normal. Beliau juga memaparkan kasus di Bengkulu untuk dicermati bahwa kita harus menyikapinya secara profesional. “Tatanan birokrasi harus berlandaskan 3 hal yaitu paradigma, institusi dan proses, juga personal. Dan refleksi yang sangat penting ialah, pandemi ini tidak boleh dibedakan dengan public governanve, menciptakan keseimbangan dan koordinasi yang tersentralisir, dan juga teknologi menjadi penting untuk pemanfaatan untuk penanggulangan dan penataan dalam masyarakat.”
