Community

Ada Apa dengan Adzan dan Jihad?

Ada Apa dengan Adzan dan Jihad?
Wajidi Sayadi

Adzan termasuk kategori Ta’abbudiy, Suatu ketentuan ibadah ritual yang semata-mata untuk taqarrub kepada Allah, tidak bisa dinalar dengan pikiran dan tidak akan mengalami perkembangan dan penyesuaian dengan perkembangan zaman.
Prosesi pelaksanaannya didasarkan pada TAUQIFI semata-mata karena ittiba’, ikut dan mencontoh tuntunan Rasulullah SAW., Bukan Ijtihadi. Bacaan adzan ini sejak Nabi Muhammad SAW. hingga saat ini tidak dirubah dan diganti.
Merubah lafal Adzan inilah contoh larangan yang dimaksud oleh Rasulullah SAW. “Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan (agama) ini yang tidak ada (dalil dari agama), maka hal itu tertolak. (HR. Bukhari dari Aisyah).

Para ulama sudah sepakat Ijma’ mengenai lafal dan bacaan adzan dari zaman Nabi SAW. sampai sekarang.
Adzan mulai dikumandangkan pertama kali di Madinah tahun pertama Hijriyah. Ada empat orang juru adzan Rasulullah, 1. Bilal. 2. Abdullah ibnu Ummi Maktum, 3. Abu Mahdzurah Samrah an-Muir, dan 4. Sa’d al-Qarzha. Sa’d al-Qarzha adalah orang yang pertama kali mengumandankan adzan bagi masyarakat Quba, dimana Masjid Quba didirikan. Redaksi adzan yang mereka baca sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW. adalah Hayya ‘ala ash-Shalah, tidak ada yang membaca Hayya ‘ala al-Jihad.