Dalam sejarah adzan pada zaman Rasulullah SAW. pernah ada tambahan lafal dan bacaan صلوا في بيوتكم atau صلوا في رحالكم (shalatlah di rumah kalian). Lafal dan bacaan ini atas perintah Nabi SAW. ketika lagi hujan (deras) tidak memungkinkan shalat berjamaah di masjid (HR. Bukhari dari Abdullah bin Abbas).
Mengapa mengganti dengan Hayya ‘ala al-Jihad?
Padahal seluruh hidup Rasulullah SAW. sejak di Mekah ke Madinah hingga wafatnya semuanya adalah Jihad. Tidak ada ruang dan waktu Rasulullah SAW. kecuali dengan hidup Berjihad. Beliau tidak pernah memberi inovasi adzan dengan lafal dan bacaan seruan Jihad.
Adzan adalah bersifat Ta’abbudi dan dilakukan berdasarkan Tauqifi.
Jihad adalah bersifat Ta’aqquli dan dilakukan berdasarkan Ijtihadi.
Dalam penelusuran saya terhadap hadis dan ayat-ayat al-Qur’an mengenai Jihad, ditemukan ada 5 macam istilah yang digunakan:
(1) Al-Jihad. (2) al-Qital (perang). (3) al-Harb (perang), (4) al-Gzhazw (perang), dan (5) ar-Ribath.
Jihad dalam pengertian al-Qital, pada zaman Rasulullah SAW. sesuai dengan tuntutan dan keperluan ketika agresi militer karena akidah, agama, tempat atau negara terancam oleh musuh maka jihad dalam bentuk al-Qital (perang secara fisik) ini berlaku dengan sangat selektif dan persyaratan yang sangat ketat.
Anak-anak, orang tua lanjut usia, dan perempuan tidak diperkenankan.
