Community

Ada Apa dengan Adzan dan Jihad?

Ada Apa dengan Adzan dan Jihad?
Wajidi Sayadi
  1. Jihad di bidang ilmu pengetahuan. Guru Ngaji itu adalah Mujahid, melawan kebodohan dan buta huruf terhadap al-Qur’an. Para Guru, ustadz dan Ulama adalah Mujahid. Mereka yang berjuang mendidik murid dan santrinya melawan kebodohan tentang ajaran ajaran agama dan ilmu-ilmu lainnya.
  2. Jihad di bidang sosial. Ketika ada seseorang minta izin kepada Rasulullah SAW. pergi perang. Rasulullah SAW. bertanya kepadanya: “Apakah orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: “Ya, masih hidup”. Rasulullah SAW. bersabda: “Berjihadlah terhadap kedua orang tuamu”. (HR. Sepakat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash).
    Maksudnya menjaga, memelihara, dan merawat orang tua adalah jihad Sosial. Menjaga keluarga, masyarakat agar selalu hidup dengan tenang, damai, memelihara persaudaraan, rukun, toleransi, terhindar dan bebas dari konflik dan masalah. Itulah jihad sosial. Termasuk menyantuni janda-janda tua, fakir miskin yang terlantar, dan lainnya, sebagaiman telah disebutkan dalam hadis di atas.
  3. Jihad di bidang Ekonomi. Berusaha memenuhi kebutuhan diri, keluarga dan saling menghidupkan dan menyejahterakan agar keperluan hidup terpenuhi dengan baik dan benar.
    Seorang laki-laki melintas di hadapan nabi SAW dan para sahabat melihat kegigihannya dalam bekerja. Para sahabat berkata kep[ada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, andai saja yang dilakukan itu termasuk jihad di jalan Allah”. Maka Rasulullah SAW. bersabda: “Apabila ia pergi bekerja untuk anaknya yang masih kecil, maka ia berjihad di jalan Allah”. Jika ia pergi bekerja untuk kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, makai a berjihad di jalan Allah. Jika ia pergi bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia berjihad di jalan Allah. Namun jika ia pergi bekerja dalam rangka pamer dan membanggakan diri, maka ia berjihad di jalan setan. (HR. Thabarani dari Ka’ab bin ‘Ujrah).
  4. Jihad di bidang Pendidikan, misalnya dengan mendirikan atau ikut berpartisipasi dalam mendirikan Lembaga Pendidikan, seperti sekolah, madrasah, pesantren, kampus, dan lain-lainnya. Termasuk membantu menyekolahkan Pendidikan anak-anak yang tak mampu dengan program beasiswa, beasantri, dan lainnya.
  5. Jihad di bidang lingkungan dengan memelihara dan menjaga lingkungan agar tidak tercemar dan rusak oleh berbagai polusi yang merusak. Menjaga lingkungan berarti menjaga kebersihan dan Kesehatan masyarakat. Ini adalah jihad lingkungan.
  6. Jihad di bidang Kesehatan, misalnya dengan mendirikan rumah sehat, rumah sakit, puskesmas, poliklinik, atau Lembaga pusat Kesehatan yang melayani pengobatan masyarakat. Apalagi saat ini masa pandemi covid-19 kesehatan dirasa sangat mahal, sangat diperlukan. Masyarakat sangat takut dan khawatir terjangkit virus corona dengan pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, dan berbagai cara lainnya, itu artinya Kesehatan sangat berarti dan sangat penting.
    Upaya para dokter dan tenaga medis memberikan pelayanan terhadap masyarakat, baik memberi informasi, Pendidikan Kesehatan, maupun memberikan pengobatan adalah Jihad di jalan Allah. Apalagi dalam penyelamatan jiwa yang mendapatkan porsi yang sangat mulia dalam Islam.
  7. Termasuk jihad dalam bidang lainnya seperti jihad di bidang politik, dimana keputusan politik sangat penting dan berpengaruh bahkan menentukan dalam berbagai kebijakan untuk kesejahteraan umat dan bangsa, penegakan hukum dan keadilan.

Dengan demikian, lapangan dan lahan untuk berjihad sangat luas sehingga semua punya kesempatan untuk berjihad sesuai dengan kapasitas dan profesinya masing-masing, sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh niat motivasi, kemauan dan kemampuan.