Mumi Fir’aun ini dipajang di suatu ruang khusus dengan penjagaan yang sangat ketat oleh petugas aparat. Bagi pengunjung dilarang membawa kamera dan alat komunikasi lainnya. Pengunjung berkesempatan mengabadikan dokumentasi foto di halaman Museum.
Mumi Fir’aun yang masih utuh disimpan dalam peti kaca tembus pandang sehingga bisa dilihat oleh para pengunjung. Begitu melihat muminya, eeh ternyata yang namanya Fir’aun bukan satu orang, tapi ada 12 orang Fir’aun yang ada muminya.
Ketika ditanyakan, Fir’aun yang mana, penguasa Mesir mengaku sebagai tuhan, dan mengejar nabi Musa hingga tenggelam di laut?
Ternyata Fir’aun yang selama ini kita dengar ceritanya melawan nabi Musa, kejam dan menindas rakyat Bani Israil, bahkan mengaku sebagai Tuhan, ternyata tubuhnya kecil dan kurus, sementara Fir’aun lainnya mungkin pengawal, rekanan atau pasukan khusus, justru ukuran fisiknya lebih besar dan tinggi.
Ukuran fisik yang kecil termasuk kurus, tidak selalu identik dengan kecil pengaruh dan kekuasaan.
Sebaliknya juga begitu, ada bodynya besar dan tinggi, ternyata tidak punya nyali apa-apa, hanya suruhan dan bawahan terus. Menilai kualitas seseorang tidak selalu identik dengan tampilan fisik lahiriahnya.
