Penitis darah Kenyah ini menempuh pendidikan pada Sekolah Swasta St. Joseph selama tahun-tahun sekolah menengahnya. Ia mengasah keterampilan bidang seni di Universitas HELP. Di sela-sela waktu belajar dan kegiatan seni yang sebenarnya padat, ia toh masih menyempatkan diri membantu pendidikan anak-anak. Di waktu luang, ia menggunakannya dengan mengajar anak-anak pengungsi pada Pusat Pendidikan Zomi.
Dara usia 19 tahun kombinasi dua etnis ini menerima mahkota dari anggota juri, Nabila Huda dan Carmen Soo, dan membawa pulang RM30.000 dalam bentuk tunai, piala dan hadiah lainnya. Ia juga memenangkan penghargaan Top Talent and Miss Photogenic.
Si jelita juga oleh Menteri Pariwisata, Seni, Budaya, Pemuda dan Olahraga Datuk Abdul Karim Rahman Hamzah dibaiat menjadi Duta Wisata Sarawak untuk tahun 2019.
Sebelumnya, Larissa dinobatkan sebagai pemenang Divisi Miri Keligit Orang Ulu 2018 pada Mei 2018. Kontes diadakan setiap tahun bersamaan dengan festival Gawai Dayak.
Ping fasih berbahasa Inggris, Melayu, Kenyah, dan Bahasa Sarawak. Larissa akan mewakili Malaysia pada kontes Miss World 2018 yang akan diadakan di China pada 8 Desember 2018.
