Community

3 Jam Bersama Dirjen Ziswaf: Figur Jago Pantun dan Maestro Memancing Ikan

3 Jam Bersama Dirjen Ziswaf: Figur Jago Pantun dan Maestro Memancing Ikan

Tarmizi Tohor mengaku anak Republik. Dia lahir di anak seribu sungai. Sejak kecil sudah terbiasa berlayar ke laut lepas. Bahkan dalam tugasnya selaku Dirjen, melarung tantangan hantu laut pun dia hadapi. Nama hantu itu Bono si hantu ke-7 yang paling seram. “Hantu laut itu tinggal enam, mau tahu apa sebabnya? Sudah ditembak Belanda. Kini sisa 6 dan Bono yang paling ditakuti Kepulauan Riau!” Ketika berlayar di saat Bono mengamuk, semua anggota seisi perahu muntah kuning, hanya Tarmizi Tohor yang menjadi Laksamana Raja di Laut. Anak Pantai…Dia yang ambil kemudi dan atur posisi tebing layar. Dengan teknik sentak menyentak tali tambang, dia berhasil membawa biduk bahtera selamat kembali ke desa. Pria yang perokok berat dengan suara berkarat ini hobi berat pula memancing dan menikmati ikan. Semua jenis ikan laut dan sungai ia kuasai. Termasuk cara memancingnya dan juga mengolahnya. Saya tak sanggup menceritakan detilnya satu per satu sebab bisa menjadi satu novel atau buku yang seru. Tetapi cukuplah saya nukilkan bahwa saat STQ Nasional di Pontianak tiga tahun lalu, Tarmizi Tohor yang mantan Kakanwil Departemen Agama Kepri adalah Ketua Umum Nasional. Di sela kesibukannya selaku ketua, dia sempatkan memancing ke Istana Qadriyah dan Jami’ Abdurrachman Alkadrie. Sesuatu yang warga lokal pun hampir tadak suah melakukannya. “Sambil ngopi saja sejam dua jam saya dapat 65 ekok ikan. Besar-besar!” Tohor mengenang decak kagum Sekretaris BWI Kalbar, Drs H Kaharuddin saat itu bersamanya. Pak Kahar dan kru Departemen Agama pula yang kemas ikan-ikan ini untuk naik pesawat pulang ke Jakarta. Melumurinya dengan es dan plastik kontainer gabus agar tidak bocor dan menebar bau tidak sedap seantero ruang pesawat. Ikan Kapuas saat pasca STQ itu pun selamatlah sampai ke ibukota, Jakarta. Kisah yang langka punya wa. Ho-a. Di rumahnya, Tohor punya empang dan kolam. Dia merawat berjenis-jenis ikan dan ribuan jumlahnya. Sesiapa staf dan tamunya yang mau, tinggal ambil. Demi mengusir sepi, kadang Tohor memancing di empangnya sendiri. Sebegitu hobinya dia memancing dan berinteraksi dengan ikan.