Community

3 Jam Bersama Dirjen Ziswaf: Figur Jago Pantun dan Maestro Memancing Ikan

3 Jam Bersama Dirjen Ziswaf: Figur Jago Pantun dan Maestro Memancing Ikan

Nyaris tidak ada lahan parkir. Banyak pula aturan membangun di pinggir jalan raya depan Pelabuhan Indonesia. Untuk membangun bangunan baru pun Lazismu butuh merogoh isi kocek dalam-dalam. Dana membangun pun miliaran. Sementara pihak bengkel melamar tanah itu karena berbatasan dinding dengan bangunannya. Pihak bengkel sedia menggelontorkan dana rehab plus tanah dan gedung rumah-toko-kantor tiga lantai di belakang tanah tersebut. Luas tanah dan bangunan berkali-kali lipat ketimbang tanah pertama. Tersedia lahan parkir yang luas. Keren abiz untuk perkantoran seperti kehendak Lazismu yang belum punya kantor tetap–sementara masih menumpang di Perguruan Muhammadiyah Cq SD Jalan Ahmad Yani dekat Mesjid Raya Mujahidin. Bagaimana kasus tukar guling wakaf ini? Pak Dirjen cepat menyanggupi dengan kata dan kalimat berikut ini, “Ruilslag saja. Tetapi sejengkal pun ukurannya, jika bukan untuk kepentingan umum seperti untuk bandara atau jalan, yakni untuk bisnis, izinnya mesti dari Menteri Agama. Ajukan saja. Pasti akan sampai pula ke meja saya.” Dirjen menambahkan, “Terpenting nilainya sama atau bahkan lebih tinggi. Pasti disetujui dan cepat prosesnya.”