in

Puake

Oleh: Qodja

Puake itu makhluk sejenis apa?
Bentuknya seperti apa?
Habitatnya dimana?

Bantu saya menemukan jawabannya.

Shohib kental saya Seto Nugroho, di hari kelima belas Ramadhan 1438 H kemarin, memimpin sebuah ekspedisi kapal barang (klothok) berkapasitas 250 ton. Bergerak dari Pelabuhan Senghie menuju Ketapang. Tepat di muara Ketapang, perairan laut sebelum sungai. Sekitar tiga jam sebelum Sukabangun, terjadilah peristiwa ganjil itu.

Dari total tujuh ABK, sekitar lima orang menyaksikan tepat di tengah laut, kapal sudah dikelilingi entitas sebesar pulau yang berjumlah tiga menyembul ke permukaan. Warnanya hitam. Diduga, ketiganya adalah tubuh Puake yang melintasi kapal barang.

Kata Seto, kejadiannya sesudah buka puasa. Ketika ia tunai dzikir petang. Seto termasuk yang tidak melihat benda yang dimitoskan gaib itu. Tapi kejadian ganjil benar-benar terjadi. Mesin kapal tiba-tiba terhenti. Sekitar sejam kapal terombang-ambing gelombang laut. Setelah diperbaiki, mesin kapal kembali jalan. Beberapa jenak melaju, terasa benturan yang diduga serangan lanjutan dari Puake yang mengakibatkan kebocoran pada kapal.

Tanpa sempat mengantisipasi, air sudah memenuhi kapal dan tanda-tanda tenggelam semakin jelas. Sebelum memasuki perairan sungai, kapal kedahuluan karam. Beruntung Seto berinisiatif mengamankan satu buah handphone sembari mengapung dan mencari bala bantuan. Akhirnya semua ABK diselamatkan nelayan. Tidak ada korban jiwa tapi kerugian ditaksir mencapai 14 Milyar.
Seorang nelayan meminta ABK jangan ada yang menyentuh laut selama tiga hari sebab setahun sekali, Puake menuntut tumbal satu kapal karam berikut satu nyawa ABK.

Dikenal pula seorang Pawang laut Ketapang dengan nama beken Pak Bagong. Lelaki paruh baya yang dipercayai kesaktiannya mampu menundukkan semua hantu laut perairan Ketapang. Pamornya terkenal di antara para nelayan, para tetua, rakyat jelata hingga pejabat.

Seto yang sangat rasional dan selama ini hanya mendengar desas desus tentangnya, di malam itu benar-benar menyaksikan kesaktian Pak Bagong. Ombak besar yang menggulung-gulung bisa seketika tunduk menjadi tenang hanya dengan sekali tepuk. Di lain waktu konon kapal bisa bersandar meski air surut asalkan memanggil Pak Bagong.

Selain Puake, ada juga hantu bengkek yang dianggap mencelakai beberapa orang yang mendekat ke Sungai Pawan. Menarik orang hingga hanyut dan hilang di Sungai. Tujuannya adalah memakan ubun-ubun korbannya. Bentuknya seperti manusia katek, tangannya panjang sebelah. Masyarakat meyakininya sebagai siluman.

Kemarin saya diskusi dengan Bang Agus Kurniawan, tentang tanah bertuah yang biasa disebut Matan peninggalan peradaban sepuh Kesultanan Tanjungpura ini. Wilayah yang dulunya sempat menjadi bagian Kesultanan Mataram Islam di masa Sultan Hanyakrokusumo alias Sultan Agung ini, begitu seksi bagi penjajah Inggris di bawah kampanye kolonialisme Raffles. Tak jauh dari perairan Sukadana ada Pulau Karimata yang indah dan jika penasaran, masih sering ditemui bajak laut dengan kesaktian yang bermacam-macam. Koloni yang menggantang hidup di kerasnya perairan Sukadana selama ratusan tahun.

Ada pula sebuah area mistis bernama Padang Dua Belas Kendawangan. Sebuah perkampungan bunian. Masyarakat kampung menyebutnya orang kebenaran. Konon Rhoma Irama sempat diundang konser ke sana.

Tanpa bermaksud melecehkan akal sehat atas uraian keganjilan di atas. Saya menyimpan rasa penasaran terhadap puake.

Mungkin ada yang bisa menjelaskan tentang barang ini.

Written by teraju

Hujan Panas dan Kepercayaan Masyarakat

Women’s March, Bukan Hanya Masalah Perempuan