Community

Dua Profesor UI hingga Pernikahan Sakral Nyai Tua – Umak Dayak yang Selalu Dijaga para Sultan

Dua Profesor UI hingga Pernikahan Sakral Nyai Tua – Umak Dayak yang Selalu Dijaga para Sultan
Ketua Yayasan Sultan Hamid II, Anshari Dimyati, SH, MH berdampingan dengan Prof Dr Meutia Hatta dan Prof Dr Yasmine.

Tahulah saya dari proses perjalanan itu adalah suatu simbol pemaknaan hidup. Hubungan Habluminannas yang Allah ingin kita, masyarakat Kalbar khususnya dan luasnya antara negeri Kalimantan Barat dengan Indonesia, tetap melanjutkannya dengan baik, tanpa perceraian dan perselisihan yang akan membawa kebinasaan bagi kita semua untuk tetap teguh, solid dan kuat memajukan bangsa Indonesia ini.
Bukan kah di negeri Matan itulah, sumpah setia Ikatan persaudaraan antara keluarga ayahanda Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie dan keluarga besar Nyai Tua ibunda Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie disakralkan oleh Allah SWT pemilik alam semesta ini dalam ikatan suci luhur, pernikahan.
Selanjutnya adalah kewajiban bagi keturunan keduanya untuk menjaga dan melindungi keluarga umaknya (masyarakat Dayak) untuk selamanya.
Wajarlah, setiap Sultan Pontianak akan selalu memperhatikan dan mendahului keselamatan keluarga umaknya. Begitu pun sebaliknya untuk saling menjaga dan melindungi, saling bergandeng tangan satu kesatuan tak terpisahkan menghadapi badai di setiap siklus pembangunan peradaban anak negeri Kalimantan Barat yang utuh menyeluruh. Satu saudaranya sakit, semua akan merasakan sakit yang sama begitu pun dalam suka dan bahagia selalu bersama, aamiin.
Maka dari itu, Sultan Hamid II pun tak pernah meninggalkan saudara umaknya (masyarakat Dayak) selama masa kepemimpinannya dan kehidupannya sebagai rakyat biasa.