Ada dua jalan bagi otak kita ketika memperoleh reaksi usus, yakni jalan menanjak dan jalan menurun. Jalan menanjak ialah segala sesuatu yang pernah kita harapkan: kita lihat dan kita dengar (atau merasa, membaui, atau berpikir atau mengingat) sesuatu.
Kita membangun dalam pikiran kita mengenai itu semua, lalu mereaksinya secara emosional. Misalnya, manakala mengendara menuju rumah, kita melihat lampu warna warni menyala di depan kita dan sirene meraung-raung, kita tiba-tiba berpikir bahwa akan ada mobil polisi menghampiri. Kita khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi. Padahal, barangkali saja itu iring-iringan pawai atau yang lainnya.
Jalan menurun agak sedikit lain. Masih mulai dengan beberapa informasi sensory, seperti pemandangan atau suara. Ibarat bendera yang diasosiasikan dengan emosi yang sarat dengan emosi dan peristiwa-peristiwa traumatik lainnya. Misalnya, jika seseorang yang pernah mengalami meledaknya tabung gas, yang bersangkutan bila mencium bau gas, tiba-tiba merasa bahwa sesuatu akan terjadi. Otak kita secepat kilat bekerja, mengirimkan pesan ke emergency systems dan sesegera mungkin syaraf meresponsnya bekerja untuk mengatasi masalah.
