Community

EMOSI

EMOSI

• Melakukan peregangan sederhana akan menormalkan tensi dan selanjutnya membuat emosi Anda kembali stabil. Mulai dengan merentangkan lengan di atas kepala, meraih sesuatu sebisa mungkin. Lipat tubuh Anda dengan memegang pergelangan kaki. Ulang 6 hingga 8 kali, lalu relaks.

• Tulis surat yang dialamatkan pada diri sendiri mengenai apa yang dialami sedetail mungkin. Jangan pedulikan gayanya. Tulis apa saja yang dirasakan. Termasuk apa yang dipikirkan yang menjadi akar permasalahan yang mengganggu emosi. Brainstorm gagasan-gagasan untuk mengatasi masalah itu di kemudian hari.

• Nyatakan emosi lewat berbagai bentuk artistik. Hal ini dapat membantu Anda mengendalikan emosi apa saja yang datang silih berganti. Menari, menyanyi, dan bawalah semua emosi itu dalam pekerjaan dan dalam doa. Dengan demikian, Anda tidak menyakiti diri sendiri dan siapa pun di dalam mengendalikan emosi.

Banyak orang hancur dan gagal hanya gara-gara emosi yang tidak dapat dikendalikan. Meski tampak sepele, emosi dapat membuat susu sebelanga menjadi rusak. Sebagai pemimpin di suatu organisasi, kadang seseorang merasa punya hak untuk menegur, memarahi, dan mencaci maki anak buah di depan umum. Mungkin tindakan ini benar, namun tidak cukup bijaksana. Yang diperlukan ialah pemimpin yang bijaksana, bukan semata-mata yang pandai.