Community

Emotional Quotient

Emotional Quotient

Pernahkah kalian membaca novel karangan Jay Asher terbitan 2007 yang berjudul “13 Reasons Why” dimana novel tersebut bercerita tentang seorang gadis SMA bernama Hannah Baker yang memutuskan untuk bunuh diri guna mencari jalan keluar atas semua intimidasi dan bullying yang ia dapatkan. Walaupun novel tersebut hanya cerita fiksi belaka, namun hal tersebut bisa saja terjadi di dunia nyata.

Emotial Quotient memang sangat penting bagi kita agar kita bisa bertindak dengan pikiran dan perasaan yang tidak akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bukankah setiap kezholiman baik berupa perkataan maupun perbuatan itu tetap akan menyakiti seseorang walau hanya sedikit tak peduli sekuat apapun fisik dan mental orang tersebut?

Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menjaga hak orang lain dengan cara lebih menghargai perasaan seseorang sehingga terwujudlah kehidupan yang damai dan tentram.(*Mahasiswa IAIN Pontianak, PAI 1 B 2019)