https://www.facebook.com/indonesianupcycleforum/videos/1236660000031584
Lembaran plastik yang masih anget kena setrika itu, lalu ia pres dengan kaca. “Agar lebih rata,” katanya. Langkah berikutnya, lembaran plastik tersebut ditempel di atas gambar wayang yang ada di atas triplek. Lembaran plastik distaples menyatu dengan gambar di atas triplek itu.
Setelah siap, lembaran botol plastik itu disolder. Mengikuti pola gambar yang ada. Kreativitas membuat lubang, atau garis dengan solder itulah yang membuat hasil wayang berbeda-beda. “Ukiran” yang didapat dengan melubangi botol plastik sesuai pola wayang, menghasilkan keindahan tersendiri. Terlihat seperti materi dari kristal. Itulah kenapa wayang hasil kreativitas ini disebut Wayang Kristal.
Saat lembaran plastik kurang lebar, tidak menutup pola gambar, Sardiman mencontohkan cara menyambung lembaran plastiknya. Lembaran plastik baru, ditumpuk di atas plastik yang lama. Kemudian disolder di tumpukan tersebut. “Menumpangnya dua mili saja. Lalu solder di bagian itu. Maka plastik akan menyambung. Sedikit terlihat sambungan karena ketebalannya beda,” urainya.
Tentu, tidak hanya wayang yang bisa dihasilkan dari botol plastik ini. Bisa saja pola wajah seseorang. Bisa pula gambar bunga. Atau logo perusahaan. Kaligrafi juga bisa. Tergantung pada kreativitas masing-masing. “Bahkan bisa dibuat partisi atau dinding. Karena, lembaran plastik dari botol ini bisa disambung-sambung,” tambah Iwan Wijono.
