Dari penjelasan di atas, sebenarnya dapat disimpulkan bahwa sebagian orang lebih mementingkan keluarga di kampung. Berkumpul dengan keluarga adalah jalan yang tepat, padahal ini adalah suatu kekeliruan. Sebagai seorang pemudik khususnya dari daerah terkonfirmasi, tidak dapat menjamin bahwa dirinya bukanlah carrier virus ini. Belum lagi, saat berada di transportasi umum yang kita sendiri tidak bisa mengetahui apa ada orang yang terjangkit virus atau tidak.
Pada kasus ini, agaknya permasalahan utama adalah kekhawatiran dari orang tua yang berada di kampung. Banyaknya pemberitaan di media yang tidak dicerna dengan baik, menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Mereka berpikir bahwa dengan anak mereka kembali dari tanah rantau, kemudian berkumpul bersama, adalah satu hal yang paling aman dilakukan. Kekeliruan ini yang harusnya diluruskan, kita yang hidup di tanah rantau pun, agaknya bisa memberi pengertian lebih kepada orang tua di kampung, untuk tidak khawatir yang berlebihan. Berikan pengertian, bahwa yang terbaik adalah bukan kembali ke kampung halaman, tetapi tetap di rumah atau katakanlah di kos, menggunakan masker saat harus keluar rumah, basuh tangan dan segerakan mandi setibanya di rumah. Dengan begitu, kita bisa memutus rantai penyebaran COVID-19 sekalipun di daerah yang sudah terkonfrimasi positif, dan tidak menyebarnya ke daerah yang sama sekali belum terkontaminasi.
