Reaksi orangtua saya adalah sedih dan bangga melihat saya membawa buku di hadapannya. Ibu saya pun langsung memeluk saya dengan erat sambil mencucurkan air mata. Ditambah lagi dengan Ayah saya yang sama sedihnya dengan ibu saya. Pada saat itu saya merasa saya adalah anak yang paling beruntung karena memiliki orang tua yang selalu mendukung kegiatan anaknya selagi itu positif, terlebih lagi saya telah menyelesaikan buku ini.

“Ingat! Orang tua tidak meminta harta dan uang yang banyak. Dia hanya minta kita sebagai anaknya hanya berbakti dan membanggakan mereka, itu yang diinginkan seorang ibu dan ayah”. Itulah satu di antara pesan kedua orang tua saya.
Sekali lagi saya ucapkan teima kasih kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala. Dan kepada mentor kelas Quraish Shihab. Terima kasih juga kepada Kak Saripaini yang telah membimbing saya selama proses pembuatan buku. Tidak mudah bagi saya untuk membuat buku sendiri. Tanpa bimbingan Rumah Literasi dan orang-orang terlibat dalam penyelesaian buku ini, entah bagaimana jadinya buku saya. Terima kasih Rumah Literasi dan para mentor. (*Mahasiswa IAT IAIN Pontianak)
