Maaf adalah karakter yang ada di hati Wan Achmad Jawi yang dipesankan kepada sang isteri untuk dilanjutkan kepada anak anak keturunannya.
Sifat maaf dan memberi tanpa berbalas, meskipun harus mengorbankan jiwa, raga dan harta.
Hingga beliau wafat tak ada satu pun harta benda yang ditinggalkannya untuk keluarga kecilnya, hanya semangat dan dedikasi yang menjadi contoh bagi keluarganya.
Apakah kehidupan mereka yang ditinggalkan menjadi sangat hina ?
Alhamdulillah, keadilan milik Allah.
Justru mereka yang haus kekuasaan dan kekayaan dengan cara menjual harga diri dan mengorbankan saudaranya sendiri untuk menjadi kaki tangan Jepang justru hidup dalam neraka dunia yang mereka ciptakan dari sifat dengki dan tamak.

Jiwa seni dari sosok Wan Achmad Jawi yang tiada pernah mengkhianati suara hatinya untuk tetap berkarya dan berjuang bagi nilai nilai kebaikan yang diyakini ya untuk kemaslahatan ummat dan alam negeri tumpah darahnya ini.
Jiwa seni yang tetap dilestarikannya dimana pun ia berada untuk tetap memberi kebaikan dan menerima segala kekhilafan dari siapapun yang memerlukannya, kompromis.