Community

KOLABORASI BANYAK LEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

KOLABORASI BANYAK LEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

Oleh: Hermayani Putera

Selain dihadiri wakil masyarakat dari dua puluh kampung atau dusu yang ada di sepanjang Koridor Labian-Leboyan, pertemuan di betang Lubuk Bandung ini juga diikuti oleh pimpinan atau staf dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga riset serta jaringan dan konsorsium LSM di Kalimantan Barat.

Beberapa nama lembaga bisa disebut di sini, seperti Riak Bumi, Dian Tama, Gemawan, PPSDAK, Walhi Kalbar, Sawit Watch, Canopy, CIFOR, Aliansi Organis Indonesia (AOI), Non Timber Forest Product Exhange Program (NTFP EP), dan Konsorsium Anti Illegal Logging (KAIL), dan Jaringan Kerja Tungku Indonesia (JKTI).

“Banyak fenomena alam yang ditemui di lapangan yang mengarahkan bahwa kedua kawasan ini memang berhubungan erat secara ekologi. Beragam spesies burung, mamalia dan ikan menjadikan kawasan DAS Labian-Leboyan sebagai daerah lintasan antar kedua kawasan taman nasional. Sementara dari sisi hidrologi kawasan TNBK bagian barat merupakan penyedia air terbesar untuk kawasan TNDS. Dari sisi penyebaran vegetasi ditemukan berjenis-jenis spesies yang sama di kedua kawasan ini,” jelas Albert, salah seorang staf senior WWF, alumni Fakultas Kehutanan Untan yang menggeluti dunia biologi konservasi di WWF sejak 1995.