Pertimbangannya menurut Max, adalah ikan ini identik dengan Kalbar, nilainya tinggi, di beberapa kalangan dianggap “hoki” atau “pembawa keberuntungan”. Kemudian grup band ini juga berasal dari Kalimantan Barat. Keesokan harinya pukul 9 pagi Yudi membawa buku yang diberikan Max tersebut ke kantor Sony Musik, beserta dengan gambar dan nama tersebut. “Akhirnya setelah berjumpa dengan Pak Bens Leo, Pak Yan Johana, dan beberapa wartawan, karena diminta voting untuk menentukan namanya. Kemudian disitulah mayoritas memilih Arwana.
Kemudian diputuskanlah nama Arwana sebagai nama band itu, untuk selanjutnya dilakukan proses desain nama dan gambar (logo) grup band tersebut, yang identik hingga hari ini.
Setelah penamaan tersebut, Arwana terbang ke Australia untuk mixing dan mastering album pertama mereka. Menurut Yudi, kala itu jarang ada band di Indonesia yang berkesempatan mixing dan mastering album musiknya sampai ke luar negeri. Alasan Sony Musik pada saat itu, karena standar yang mereka miliki adalah standar internasional. Untuk sound system, dan lainnya harus standar internasional. Jelas ini merupakan prestasi di awal terbentuknya grup musik.
Yudi menambahkan, Max Yusuf Alkadrie memiliki jasa atas proses terbentuknya dan perjalanan Arwana sejak awal. Max adalah orang tua bagi mereka, dan seniman-seniman pada umunya, karena banyak sumbangsihnya. Max menurut mereka selalu memberi ilmu, termasuk ilmu untuk hidup di dunia entertaint. Max seringkali memberikan nasihat-nasihat, memberikan filosofi-filosofi hidup sebagai entertainer, sebagai anak daerah, dia menuntun banyak anak Kalbar agar bagaimana bisa survive, bersikap, dan untuk sukses dalam hidup di Jakarta.
