Spirit Arwana, Max, dan Sultan Hamid II kemudian saya simpulkan berkelindan bertahun lamanya, beralih jaman. Hingga sekarang. Tak ayal membuat saya ingin lebih jauh menggali hubungan lama itu. Saya berdialog panjang bersama Yudi. Arwana resmi terbentuk bulan Oktober tahun 1995. Dimulai dari Yudi Chaniago, Hendri Lamiri, dan Yan Mahmud. Dari mereka, Yudi orang yang pertama, kala itu yang merantau ke Jakarta tahun 1988 atau 1989an, sampai dengan tahun 1992an selesai sekolah.

Yudi keliling bersama dengan Band lamanya sebelum Arwana, perjalanan panjang sampai ke ke negara-negara Asean. Setelah pulang dari keliling Asean, Yudi bertemu dengan Hendri dan Yan, penggesek biola masyhur Indonesia dan sang vocalis Arwana. Mereka “main” dari cafe ke cafe. Kemudian hadir niatan Yudi untuk mengumpulkan musisi-musisi Pontianak untuk membuat suatu grup musik atau grup Band di Jakarta.

Menurutnya, pada saat itu belum terpikir membuat band atau grup musik untuk industri musik, lebih pada niatan agar kawan-kawan seperantauan dari Pontianak ini bisa bersama manggung di sebuah cafe. “Jadi pada saat itu kalau di Jakarta, kalau sudah bisa main di cafe artinya sudah punya kelas atau greed. Itu di tahun 1994..” ujar Yudi kepada saya. Kemudian setelah kumpul bertiga, Yudi kemudian pulang ke Pontianak untuk mengajak Nono (Bass) dan Wansyah Fadli (Gitar). Kemudian Delsi Ramadhan (Keyboard) menyusul, dibawa oleh Dr. Oesman Sapta Odang, tokoh masyarakat Kalimantan Barat. Semua sepakat untuk membuat Grup musik atau band.