Oktober 2020 Arwana menginjak umur peraknya 25 tahun. Berkah bagi Arwana hingga sampai ke titik ini, 25 tahun bersama dalam satu grup. “Saya mengetahui tentang Sultan Hamid II ini merupakan seorang pencipta Lambang Negara, yaitu Garuda Pancasila. Kemudian setelah saya baca buku dan mengetahui informasi dari sumber lainnya, bahwa ternyata Sultan Hamid II adalah orang yang berjasa terhadap perjalanan sejarah bangsa dan negara ini secara nasional, bahkan tercipta, merdeka, dan berdaulatnya negara ini, beliau terlibat”, kata Yudi, dan kawan Arwana lainnya.

Beliau adalah pahlawan yang berasal dari kampung kita sendiri, Pontianak – Kalimantan Barat. Beliau inilah kebanggaan anak-anak Pontianak sesungguhnya, anak-anak Kalimantan Barat. Bahwa selama ini Kalimantan Barat sedikit sekali orang mengenal ceritanya. Orang hanya tau tentang geografis wilayah ini sebagai sungai terpanjang, tugu khatulistiwa, dan lainnya.

“Kalau sosok beliau ini muncul, saya rasa akan menambah daya tarik, daya jual Kalimantan Barat. Bahkan dengan statusnya kemudian menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Barat yang sejak dahulu sudah beragam (multi) etnis, yaitu suku, adat, dan budaya. Keberagaman sudah ada sejak dulu di Pontianak – Kalimantan Barat. Dan Sultan Hamid II yang mengajarkan tentang keberagaman dan mengajarkan untuk merawat kebhinekaan di tanah Kalbar ini. Saya dan kawan-kawan Arwana dan pencinta musik di Kalimantan Barat tentu mendukung Sultan Hamid II. Secara pribadi saya membuat lagu secara khusus yang berceritakan tentang Sultan Hamid II, berjudul “Elang Khatulistiwa (The Eagle of Equator)”, tambah Yudi dalam dialog kami.