Community

Koridor Labia-Leboyan

Koridor Labia-Leboyan

Buku yang diterbitkan atas kerjasama WWF, Universitas Tanjungpura, Center for International Migration and Development (CIM, Germany), Kelompok Kerja HoB, KfW-BMU Jerman ini kaya data hasil kajian, survei dan riset lapangan. Kerja kolaboratif ini juga diperkaya dengan hasil kerja lapangan untuk semakin mematangkan konsep dan teori tentang implementasi koridor sebagai salah satu model bentang alam berkelanjutan (sustainable landscape).

Buku ini bercerita tentang Koridor Labian-Leboyan yang mulfungsi: membangun konektivitas atau ketersambungan antara manusia tempat tinggal dan meneruskan kehidupan bagi masyarakat di hulu, tengah, dan hilir sepanjang DAS Labian-Leboyan, rumah bagi hidupan liar, perlindungan air dan tanah, dan strategi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Kami bersyukur buku ini bisa ikut menyumbang gagasan mengenai sustainable landscape, sebuah pendekatan yang belakangan banyak diadopsi oleh berbagai lembaga dalam program-program mereka. Bagi diriku — mohon maaf bisa jadi ini sangat subyektif — secara praksis di lapangan Koridor Labian-Leboyan adalah salah satu lokasi kerja terbaik WWF dengan pendekatan bentang alam (landscape) di Kalimantan Barat.

Di sini kami memadukan kerja bersama masyarakat dalam mengembangkan strategi sumber penghidupan yang adil dan lestari bagi mereka dengan banyak menu program sosial-budaya dan lingkungan, seperti restorasi, konservasi orangutan, dan kampanye kesadartahuan (fotografi berbasis masyarat, radio komunitas).