Kami semua saling menyuruh satu sama lain untuk menjawab.
“Tulis-tulis jak, apa yang ingin kalian tulis…..”. begitu akhirnya Tijah menjawab.
Baca Juga:Cicak, Kucing Penjaga Dagangan
“Tulis saja apa yang kalian dengar, lihat dan rasakan,” tambahanku waktu itu.
“Jadi, kalau tidak ada rasa, tak usah ditulis,” tanggap Bang Man membuat sontak anak SMA 3 tertawa.
Kunjungan hari Senin, 18 Desember 2017 itu mengingatkanku semasa masih duduk kelas tiga SMA. Aku termotivasi untuk menulis bagaimana posisiku waktu itu dengan dia saat ini. Ini mungkin bisa menjadi awal mula mereka untuk menjadi seseorang yang besar. Seseorang yang melangkah dan berpikir positif maka akan bergerak melakukan tindakan positif. (*)
