Sudah 28 jenis tanah di Indonesia dimasukkan dalam komputer untuk diteliti apa jenisnya. Jawabannya sama: Tidak! Bunyi, “Ting” terdengar. Berarti jawaban telah mendekati.
Teknik maiutik, atau Socratic Inquiry mesti dilanjutkan, agar bertemu jawaban yang jitu. Dan terjadilah. Diketahui apa jenis tanah di Kalimantan, setelah lama mencoba meneliti di laboratorium.
Dimasukkan dalam komputer untuk diidentifikasi. Para peneliti cukup mengetik “jenis tanah”, lalu komputer menjawab Ya/Tidak. Karena Lab menggunakan uji secara komputerisasi, maka 28 jenis tanah diuji secara urut kacang, atau alfabetis, mulai dari jenis tanah abjad A.
- Aluvial: Jawaban komputer: Tidak!
- Andosol: Jawaban komputer: Tidak!
- Laterit: Jawaban komputer: Tidak!
- Laterit (Tanah Merah): Jawaban komputer: Tidak!
- Organosol: Jawaban komputer: Tidak!
- Podsolik Merah Kuning: Jawaban komputer: Tidak!
- Terarosa (Tanah Kapur): Jawaban komputer: Tidak!
- Vulkanis: Jawaban komputer: Tidak!
Begitu seterusnya, sudah 28 jenis tanah di Indonesia dimasukkan dalam komputer. Jawabannya sama: Tidak!
Maka menjadi bingunglah para tenaga laboran. Para profesor pakar pertanahan pun dipanggil. Mereka diskusi ramai sekali. “Tidak pernah kita uji-lab begini rumit. Hanya tanah Borneo yang aneh, gak masuk-masuk dalam daftar.”
“Ya, jangan-jangan ini tanah baru!” kata profesor yang lain.
“Coba ketik menu: Lain-lain!” usul salah seorang profesor tanah, kebetulan dia ini tidak linier, S-1nya Jurusan Mesin Fotokopi, S-2 Ilmu Ternak Jangkrik, S-3 Baru Ilmu Tanah.
