Community

MENGAPA SAYA MENULIS BIOGRAFI?

MENGAPA SAYA MENULIS BIOGRAFI?

Tugas penulis hanya satu: menulis dengan baik dan benar sekaligus berdaya pikat. Makna “baik dan benar” kiranya terang benderang!

Tidak usah di sini membilang, sudah berapa buku biografi yang saya tulis dan terbitkan. Hal itu hanya akan membuat saya menjadi kecil lagi ciut di muka seorang, misalnya, Albertine Endah. Atau penulis biografi kelas dunia, seperti: Suetonius, James MacGregor Burns, Bushrui, Bernstein, Bergdahl, atau Samuel Johnson. Siapa mereka, silakan tanya mbah Google!

Dalam pengantar singkat untuk biografi-profesional Norhayati Andris ini saya hanya ingin berkata: Biografi siapa pun, pasti berguna, asalkan hati dan pikiran kita jernih membacanya. Setiap pengalaman adalah guru terbaik. Dan masing-masing orang punya kisahnya sendiri, yang unik. Apalagi, jika itu biografi orang sukses.

Biografi ini intinya mengisahkan anak kampung nun jauh di perbatasan, berusaha keluar dari berbagai kemelut keterbelakangan dan kemiskinan. Seorang anak kepala SD dari Apo Daa’ yang hidup ugahari dan serba-susah pada mulanya. Kemudian, sekolah ke kota bersama saudara-saudaranya. Jauh dari asuhan dan pantauan orang tua. Tidak ada uang saku. Makan seadanya. Namun, yang kemudian bisa keluar dari berbagai hambatan.

Dalam hal ini, benarlah ungkapan guru bangsa, Ki Hadjar Dewantara. Bahwa, “Sekolah adalah semua tempat. Dan guru adalah setiap orang.”