Community

Mesjid Kapal – Wakaf Produktif 1 Kavling Menjadi Rp 150 Miliar

Mesjid Kapal – Wakaf Produktif 1 Kavling Menjadi Rp 150 Miliar
Foto Munzalan Tower

Niat itu pun direalisasikan dengan dibangunnya mesjid kapal atas uluran tangan ibundanya Hj Halijah Binti Haji Muhammad Sholeh yang mendonasikan dana Rp 200 juta bagi terwujudnya Mesjid Kapal di atas tanah wakaf Hj Nurmasyitah Hasan Bin Haji Abdurrahman bin Haji Muhammad Noor bin Haji Daeng Sagoni. Dalam setahun Mesjid Kapal itu pun rampung. Oleh saudara kandung Hj Nurmasyitah Hasan yakni H Muhammad Nur Hasan diberikanlah nama Mesjid Kapal itu dengan nama Munzalan Mubarakan. Sebuah nama dari bait doa Nabi Noah alias Nuh Alaihissalam ketika kapalnya berlayar di antara gelombang banjir akbar sekaligus tanda bahwa Tuhan murka kepada kaum pendurhaka lewat untaian emas doa bernas sbb: “Robbi anzilni Munzalan Mubarakan — wa-anta khoirul munzilin.” (Arti harfiahnya Wahai Tuhan kirimkanlah aku rizki yang terbaik yang Engkau berkahi, sebab sesungguhnya hanya Engkaulah sebaik-baik pemberi rizqi.)

Mesjid Kapal Munzalan dikelola oleh Muhammad Nur Hasan bersama alumni Gontor, Ustadz muda belia bernama Lukmanul Hakim. Ibarat pucuk dicinta-ulam pun tiba. Perpaduan wakaf ditambah infak dan shodaqoh, dikelola dengan manajerial mesjid yang apik, baik, lagi profesional, ditumbuhkan dengan program mutual hasilnya mencengangkan.