Munzalan Mubarakan mesjid di lorong sempit Sungai Raya Dalam lebih kurang 700 meter dari Perempatan Ahmad Yani – Polda – Taman Kubu Raya Menanjak menarik mata wakif dan nazir se-Nusantara sebagai sebuah dealektika ibadah sholat, puasa, zakat, infak, shodaqoh maupun wakaf produktif.
Di lorong sempit anak muda memadu kreasi hingga berdiri Munzalan Tower enam lantai. Sebuah mesjid tertinggi di Kalimantan Barat dan mungkin se-Kalimantan.
Masjid di lorong sempit Kubu Raya-Pontianak, Kalimantan Barat, ini telah menjadi cahaya mata sekaligus sayap dakwah dari barat Kalimantan Timur yang telah dicanangkan Pemerintah RI, Presiden Republik Indonesia Bapak Ir H Joko Widodo sebagai Ibukota Negara setelah Jakarta.
Wakaf pahalanya tiada putus, walaupun nyawa telah lepas dari raga. Begitupula sebaliknya, wakif Hj Nurmasyitah Hasan ternyata bukan malah sakit traumatik dan nyawanya terputus, justru sembuh dan bisa menikmati aneka pertumbuhan energi kawula mudah di atas tanah wakafnya. Begitupula dari wakaf satu kavling itu telah melahirkan ratusan bahkan ribuan wakif lainnya lewat wakaf uang (tunai) yang dikelola Mesjid Kapal Munzalan Mubarakan demi membebaskan tanah, membangun tower, membangun berbagai sayap-sayap lembaga. Termasuk di antaranya tata kelola uang profesional menuju Bank Islam–yakni Baitul Munzalan Indonesia atau BMI.
