Community

Naskah tentang Kampung Halaman

Naskah tentang Kampung Halaman


Oleh: Agus Kurniawan

Naskah yang bertahun lalu hanya sempat diselesaikan sampai pada pembukaan. Tentang Sandai, tentang tanah air kecilku.

Menulis ini dengan niat filmis agar mudah divisualkan. Seperti Kedang. Satu semesta cerita pula dengan Novel pertama dan masih tunggal sampai bulan ini.

Tapi harus herhenti karena kesibukan dan Pesimis, beberapa tahun lalu rasanya tak mungkin membuatnya menjadi hidup.

Namun optimisme bangkit lagi, melihat kemampuan para pendekar film negeri laye. Mungkin kelak, kalau dah siap, bise diangkat jadi film layar lebar, atau paling tidak layar tancap. Uti Fahrul Hakim

Naskah Benibui

  1. Pendamaran

Siulan melengking memecah sunyi, berisik dedaunan dan gelisah nafas rusa bertanduk melengkung indah bertimpal sahut siulan lainnya dari pepucuk pohon raksasa. Sekali lagi, Rusa bertanduk melengkung indah itu mendongak, memperhatikan sekelilingnya, gelap-sunyi, litani binatang malam bersahut.

Tak ada apa-apa, ia kembali meneruskan memamah buah-buah kelemunting berasa asam.

Siulan terdengar sekali lagi, Rusa itu tak menyadari isyarat-isyarat panjang di balik reranting yang sedang mengatur nasibnya. Hingga tiba – tiba terdengar suara lantak kencang menembus malam, Rusa bertanduk melengkung indah itu meleguh panjang, lalu berlari.