Community

Nona ‘high class’

Nona ‘high class’
Dr Leo Sutrisno

Namun, pramugari Risti justru menuju kursi 14B, sambil membungkuk hormat, dengan santun berkata:
“Mohon maaf, Bapak. Kami harap Bapak pindah ke depan. Pramugari Ayu akan melayani Bapak. Silahkan! Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidak-nyaman-an ini.”

Sekitar dua jam kemudian, saya sudah berdiri di jalur tunggu kendaraan penjemput. Dua-tiga meter sebelah kanan saya, berdiri si nona.

Di jalur depan kami berdiri, seorang TNI bintang satu dengan sabar membantu lelaki lansia tadi menaiki mobil. Seorang ajudan dengan terukur memasukkan tas bawaan pak tua itu ke bagasi.

Sebagian besar orang di kota kami tahu siapa TNI itu. Banyak balibo ucapan selamat datang dan menempati pos baru di aerah kami yang dipasang sejak tiga bulan lalu masih berdiri kokoh sepanjang jalan protokol bandara-kota.

Saya tidak cukup berani melihat wajah nona itu ketika ia tahu siapa penjemput ‘pak tua’. Yang terlihat, di jalan menuju kota, ada gojeg motor butut, yang memboncengkannya, menyalip laju mobil saya.

Tentu, gojeg itu juga akan menyalib mobil pembawa pak tua yang berada sekitar dua ratus meter di depan kami.

Pakem Tegal, 16 Jan 2021

Penulis adalah pegiat edukasi Kalbar dan kini menetap di Pakem