Community

Orang Muda yang Sedang Melamar Kerja

Orang Muda yang Sedang Melamar Kerja

“Tidak pernah, Pak! Emak tidak mengijinkan. Saya disuruh belajar atau membaca buku saja. Kata Emak, ia sudah senang jika saya dapat sekolah terus setinggi mungkin”.

“Wawancara hari ini sudah selesai. Pulanglah!. Periksalah telapak tangan emakmu, nanti!. Besok pagi pukul 09:00 kembalilah ke sini!. Ceritakan apa isi perasaanmu setelah memeriksa telapak tangan itu. Sekali lagi, besok pukul sembilan di ruang ini. Langsung temui saya”.

Dengan gontai ia meninggalkan ruang direktur. Walau tidak lebih dari sepuluh menit, pemuda ini merasa sudah kehabisan keringat.

Sesampai di rumah pemuda itu menceritakan apa yang terjadi dalam wawancara tadi kepada emaknya. Lalu ia meminta ijin untuk melihat telapak tangan emaknya. Walau agak kurang enak, si emak menunjukkan kedua telapak tangannya.

Telapak tangan diraba-raba, kemudian dicuci sampai bersih dan berulang kali diraba kembali. Beberapa tetes air mata membasahi pangkuan emaknya.

Ia merasakan, telapak tangan emaknya yang berkeriput-keriput. Banyak juga garis-garis yang memerah karena luka. Ia merasakan betapa pedih telapak tangan itu ketika sedang mengilas pakaian yang dicucinya.

Ketika si emak istirahat tidur siang, ia diam-diam mencuci dan menyetrika pakaian pelanggan yang diambil hari hari ini. Tidak terkecuali pakaian emaknya.