“Lebih Pak. Saya juga masih dapat membeli setangkai bunga mawar putih. Tuhan mengabulkan permohonanku. Aku hanya minta uang cukup untuk membeli boneka kesayangan adik. Tetapi, malah diberi lebih. Aku dapat membeli bunga mawar putih”
“Boleh, Bapak bertanya sebelum kau ke kasir, Nak?”
“Ya, Pak. aku masih ada waktu sedikit. Mak pasti menungguku”
“Kenapa kau, anak laki-laki, berkeras hati membeli boneka dan juga bunga mawar?”
“Boneka ini kesukaan adik. Dulu, aku berjanji jika tabungan ini sudah cukup pasti kubelikan!” Berhenti sejenak. Lanjutnya,
“Aku harus membeli sore ini karena, kata ajah, mak tidak lama lagi berangkat menjemput adik. Boneka ini biar dibawa mak supaya adik mau diajak balik’
“Bunga mawar?”
“Mak sangat senang bertanam bunga. Tetapi belum punya mawar putih, mahal. Mak suka sekali dengan mawar putih. Aku juga janji akan membelikan bunga mawar warna putih. Bunga itu akan kubeli sekarang juga. Biar dibawa mak pergi menjemput adik.Pasti adik bahagia sekali”
“Oh. Baik. Cepat ambil bunga itu dan pulanglah segera! Atau, Bapak antar dengan mobil”
“Tak usah Pak. Aku bawa sepeda. Apa lagi gang sempit di dalam. Dengan sepeda lebih cepat sampai rumah. Mak pasti sudah menunggu. Ayo, Pak”
