Kendaraan yang memenuhi jalan raya kadang menjadi ajang uji keberanian bagi beberapa pengendara. Saya pernah melihat langsung ada pengguna sepeda motor yang melaju di antara kepadatan pengguna jalan dengan gaya pembalap. Mungkin saja dia sedang membayangkan sedang berada di arena balap sekelas F1 MotoGP. Uji keberanian di jalanan juga kerap saya lihat di persimpangan jalan. Di detik akhir lampu hijau menyala, banyak pengguna jalan yang jaraknya cukup jauh malah semakin melaju dan menerobos lampu yang sudah merah. Alasan kesibukan dan kepentingan, padahal keegoisan
Pengendara yang melanggar aturan lalu lintas akan mengutarakan sejuta alasan agar ia dicap tidak bersalah. Hanya saja, Polantas bukan orang yang mudah tertipu, karena sudah terlatih menghadapi pelanggar aturan. Pernah saya lihat Polantas sedang melakukan razia di persimpangan ketika lampu merah, pengendara yang didapati tidak menggunakan helm menjawab bahwa ia sedang terburu-buru sehingga lupa menggunakan helm. Pernah juga saya dapati pengemudi yang diberhentikan Polantas karena menerobos lampu merah, alasan yang diutarakannya adalah karena ada kepentingan mendadak yang harus segera ditangani. Menurut saya hal tersebut bukan alasan, justru menunjukkan keegoisan pengendara itu sendiri karena ingin tetap benar.
