in

Plank Nama Wakaf

plang nama wakaf

Oleh: Nur Iskandar

Apalah arti sebuah nama? Nama ada banyak maknanya. Ia tidak sekedar panggilan. Tapi identitas. Dengan identitas itu, dia khas. Tanda pengenalnya banyak. Oleh karena itu ia tidaklah tertukar. Juga tidak bertengkar.

Tanah wakaf biasa ditengkarkan ahli waris karena mereka tidak mengenal dengan jelas asal usul perwakafannya. Amal jariyah bagi wakif pun hancur luluh di tangan ahli waris yang buta aksara literasi wakaf.

Untuk itu Direktur Pembina Zakat, Infak, Shodaqoh dan Wakaf Kementerian Agama RI Drs H Tarmizi Tohor, MA dalam Serumpun Berpantun Tematik “Komunikasi Wakaf”, Sabtu, 12/12/20 mengatakan sudah memulai menganggarkan proyek papanisasi tanah wakaf di seluruh Indonesia. Pelaksana adalah Kemenag di daerah.

Memang belum seluruhnya. Tapi sudah dimulai.
Contoh papanisasi itu seperti dalam gambar artikel ini. Ada nama wakif. Ada peruntukan wakaf dimaksud.

Tanah wakaf ditandai dengan nama dan data pendukung. Seperti nomor sertifikat. Nomor akta ikrar wakaf. Dll.

Kita boleh kreatif menamakan papanisasi wakaf. Demikian sebagai sosialisasi sekaligus komunikasi wakaf. Misalnya informasi wakaf sublim di papan nama mesjid atau madrasah. Tak terkecuali makam.

Baca Juga:  Ibadah Sosial Melalui Zakat

Jika ada wakaf tertukar, salah kita tidak tancapkan nama dan identitasnya. “Indomaret dan Alfamart saja setiap kios punya nomor dan nama, salah kita jika tidak papanisasi wakaf.” Demikian Tarmizi Tohor.

Nama juga mengandung unsur doa. Doa adalah mukhkhul ibadah. Esensi. Inti. Esensi dan intinya ibadah. Sebab karena doa adalah harapan. Maka doa juga adalah shalat. Penyerahan diri secara total hanya kepada Allah, Tuhan pencipta alam semesta.

Mari kita contoh papanisasi wakaf. Penancapan tiang nama wakaf. (Penulis adalah pegiat Wakaf Literasi Literasi Wakaf. CP-WA 08125710225)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Eka Hendry Ar.

Mata dan Pikiran Publik

muda mahendra

Mindset Wakaf Sejak Dini Tantangan dari Seorang Bupati