in ,

Media Perdjoengan teraju.id Hadirkan Wawancara Khusus Mahendra Petrus dengan RRI Soal Sultan Hamid Tidak Terlibat APRA-Westerling dan Layak Diangkat sebagai Pahlawan Nasional

mahendra-petrur-sultan-hamid-II

Wawancara RRI terhadap peneliti Sejarah yang Hilang Mahendra Petrus, peneliti dokumen dinas dan lambang negara di Sekretariat Negara dan Kementerian PAN-Reformasi Birokrasi. Dari sini terbuka ide menuliskan sejarah NKRI yang pernah melewati fase Republik Indonesia Serikat…

Demi menyimak isinya yang padat dan empiris-akademis-historis, mohon kepada Bapak Presiden RI Ir H Joko Widodo untuk menetapkan Sultan Hamid II Alkadrie sebagai Pahlawan Nasional Perancang Lambang Negara dan Bapak Diplomat Bangsa atas Pengakuan Kedaulatan Negara di Konferensi Meja Bundar-Den Haag-Belanda, 1949.

Mohon kepada Menhan dan Mensos untuk memuluskan administrasi pengajuan gelar kepahlawanannya. Mohon kepada TP2GP untuk tidak ada lagi ada alasan yang tidak terverifikasikan. Kami selalu siap mempresentasikan 1×24 jam.

Mohon kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Barat sebagai pejabat Pemerintah Pusat di daerah untuk dapat terus menggedor pintu Pemerintah Pusat.

Mohon kepada para wakil rakyat di DPRD Kota, Kabupaten, Provinsi dan di bawah gedung kura-kura (DPR RI) untuk bersuara lantang tentang pelurusan sejarah kita Indonesia Raya agar para syuhada dan pahlawan “semestinya pahlawan” diangkat ke tempat terhormat seadil-adilnya, setinggi-tingginya karena memperkuat kedigdayaan suatu bangsa khususnya generasi muda.

Baca Juga:  Kota Pilot Projects Wakaf Produktif Kalimantan Barat

Mohon kepada anggota DPD RI untuk lebih nyaring bersuara karena Sultan Hamid dengan “pemikiran federalisnya” inilah yang menjadi DPD RI dengan sistem bikameral Republkennya. Otonomi daerah sepenuh hati adalah aspirasinya yang berakar kuat pada kesejarahan Nusantara yang sebelumnya adalah kerajaan-kerajaan atau kesultanan-kesultanan Nusantara yang perlu dijaga marwahnya.

Kepada peneliti sejarah, mahasiswa khususnya multidisiplin ilmu untuk meneliti terus segala aspek pelurusan sejarah NKRI agar semakin kuat bagi kita menapak prestasi hari ini dan masa depan atas nama Bangsa Indonesia yang kaya, yang raya, yang adil dan sejahtera. Kepada seluruh individu Rakyat Indonesia di mana saja berada, termasuk yang akan lahir dari rahim Bumi Nusantara…..mohon doa restu agar Sang Perancang Lambang Negara dan Bapak Pemersatu Bangsa ditempatkan ke tempat terhormat sebagai Pahlawan Nasional…..Anda tinggal klik di internet, maka fakta-fakta kebenarannya akan bermunculan satu per satu.

Akhirnya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa kami mohon pertolongan-Nya. Kepada sila pertama Pancasila kami mohon cahaya bintang bersudut lima-Nya. Kepada butir sila kedua, ketiga, keempat dan kelima-Nya, kami berharap ridho dan keadilan-Nya. Jika tidak di dunia ini dikabulkan, kami yakin di akhirat nanti pasti akan ada keadilan. PASTI! Jika tidak percaya kita semua ini akan melewati fase setelah hidup di dunia fana ini, yakni empat huruf saja “MATI”. Nanti di sana ada Qodhi Rabb Izzati. Kita semua diadili-Nya tanpa terkecuali.

Baca Juga:  Hari Ini, Pendampingan dan Hibah Komunitas Sosial Sustainability Management Awards Dibuka

Taqabbalallahu minna wamingkum. Taqabbal ya kariiim……Mohon maaf lahir batin di sini beruluk aspirasi sebagai bukti NKRI ini 75 tahun merdeka, setiap anak bangsa boleh bersubangsih apapun yang dimiliki termasuk aspirasi kepada Mangku Bumi – Ibu Pertiwi. *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

leon waltermann jerman

Sebab Engkau Pasir dan Engkau Akan Kembali Menjadi Pasir

bnpt-fkpt-kalbar-ngopi-coi

Yosef Adi: Gerakan Media Untuk Membawa Perubahan