Profesi beliau adalah seorang tukang, bahkan rumah beliau juga tak seperti rumah modern seperti umumnya, aku pernah ke sana, tepatnya di Jalan Tanjungsari Pontianak. Rumah beliau bisa dikatakan terbuat dari kayu biasa atau rumah kayu dan terbilang miskin. Sangat kontras dengan pembangunan yang berada di Achmad Yani, meski letaknya tak begitu jauh.
Meski demikian, siapa sangka jika dibalik profesi tersebut, beliau merupakan salah seorang pesulap paling mahir di Pontianak. Ketika Nuraji bermain koin misalnya, gerakan tangannya sangat halus, sehingga kita tidak sadar bahwasanya kita telah terpedaya olehnya.
Beliau telah lama bermain sulap, yaitu sekitar tahun 1980-an. Beliau juga banyak membantu pesulap yang ada di Pontianak agar dunia sulap di Pontianak berkembang. Namun apa yang terjadi dengan beliau adalah banyak pesulap di Pontianak kurang respek terhadap beliau. Hal ini membuat Nuraji merasa sedih.
Selain itu, banyak terjadi diantara sesama magician saling menjatuhkan satu sama lain. Satu moment yang kuingat adalah saat kompetisi Duel Mahakarya Magician 2015 yang menghadirkan Russel Rich dan Indra Frenos. Saat itu, posisi Nuraji adalah ketua panitia.
