Community

Rakyat Butuh Beras

Rakyat Butuh Beras

Banjir silat hilir, jangankan jadi santapan media, mirisnya lagi tak menarik perhatian bupati Kapuas Hulu dan gubernur Kalbar. Buktinya, meski sudah dilaporkan secara resmi oleh camat, sampai kemarin banjir yg menggenang Silat Hilir tak menjadi perhatian dua kepala daerah yg berkuasa sekarang. Saya ingat betul, waktu pemilihan kepala daerah beberapa tahun lalu, gubernur yang berkuasa sekarang menang mutlak di Silat Hilir.

Padahal, mungkin saja agak tenang rasanya, andai kata pak bupati atau pak gubernur sempat menelpon pak camat, untuk menanyakan kondisi daerah yang dilanda banjir. Kurang lebih 5000 jiwa yang terisolasi akibat banjir di Silat Hilir. Memang ada bantuan yang mengalir. Itu baru dua kali. Jumlahnya sangat minim. Sumbernya dari mahasiswa dan para warga perantauan silat hilir yang peduli dengan penderitaan sanak saudaranya. Korban banjir Silat Hilir memang tidak butuh evakuasi. Karena mereka sudah terlatih untuk bertahan di rumah masing-masing. Namun mereka pasti butuh nasi untuk dimakan. Butuh beras untuk dimasak. Otomatis kalau banjir seperti sekarang, kebun karet pada banjir. Akibatnya petani karet tidak bisa nyadap karetnya. mata pencarian warga mati total. Sudahlah jatuh tertimpa tangga. Bila sebelumnya gegara corona yang mematikan mata pencarian warga, kini justru ditambah banjir yang akhirnya menghancurkan sumber rezeki mereka.

Baca Juga:Greget