Pertama, saya sangat sulit untuk menentukan kata, setelah target penulisan yang saya mencapai 14000 kata, penulisan naskah itu saya kirim ke Kak Saripaini, pembimbing penulisan buku literasi di kelas kami. Saya paling ingat kata yang harus saya perbaiki kata “aku dan saya”. karena kalau kata itu dicampur tidak enak untuk dibaca.
Alhamdulillah tidak terasa 14 ribu kata mampu saya selesaikan pada pertemuan ke 15, sehingga pertemuan ke 16 saya hanya merubah beberapa kata yang perlu saya ubah setelah semuanya selesai dikoreksi oleh mentor kelas kami. Setelah buku saya selesai dan fix untuk dicetak saya sangat bahagia sekali, dan kebahagiaan ini juga tak lupa saya bagi kepada ibu saya, seorang tokoh biografi yang saya tulis menjadi sebuah buku.
Berulang kali ucapan rasa syukur ibu ucapkan karena saking bahagianya beliau setelah mendengar bahwa buku yang saya tulis telah selesai. Karena waktu itu buku saya masih belum selesai dicetak, ibu berulang kali melihat cover dan tulisan saya yang ada di laptop dengan perasaan haru dan bahagia. Apalagi yang saya tulis dalam buku itu adalah dirinya.
