in

Rumah Literasi: Cerita Bahagia untuk Buku Pertama

PicsArt 03 07 01.07.24

Oleh: Indry Pitriyani

Nama saya Indry Pitriani dari Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak. Saya berterima kasih bisa mengikuti satu semester program Rumah Literasi. Alhamdullilah saya dapat menghasilkan sebuah buku.

Sampai saat ini saya sendiri masih tidak percaya bahwa saya dapat menyelesaikan tugas dari Rumah Literasi tersebut yaitu menghasilkan sebuah buku. Buku ini berjudul “Bukan Sekedar Ibu Rumah Tangga”.

Penulisan yang harus disesuaikan dengan target yang telah diatur di kelas literasi ReL_Jalaluddin Rumi, sebanyak 14 ribu kata. Sesuai aturan di Rumah Literasi kami harus bisa membuat tulisan minimal 14 ribu kata untuk bisa dicetak menjadi sebuah buku. Bagi saya sangat sulit buat menyelesaikan untuk menjadi sebuah buku yang harus diselesaikan selama 16 kali pertemuan. 16 kali pertemuan masih jauh dari kata cukup bagi saya seorang yang baru saja belajar untuk membuat sebuah tulisan dengan target minimal 14 ribu kata.

Ketika proses penulisan buku pertama yang saya buat, setiap kata yang akan dirangkai tidak mudah untuk dipersatukan. Setiap kata perkata saya mendapatkan info dari Mbah, Ibu, Bapak dan saudara-saudara ibu.

Belum lagi, sebagai seorang pemula dalam kepenulisan kata baku yang tidak banyak saya kuasai. Hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi sebuah buku.

Pertama, saya sangat sulit untuk menentukan kata, setelah target penulisan yang saya mencapai 14000 kata, penulisan naskah itu saya kirim ke Kak Saripaini, pembimbing penulisan buku literasi di kelas kami. Saya paling ingat kata yang harus saya perbaiki kata “aku dan saya”. karena kalau kata itu dicampur tidak enak untuk dibaca.

Alhamdulillah tidak terasa 14 ribu kata mampu saya selesaikan pada pertemuan ke 15, sehingga pertemuan ke 16 saya hanya merubah beberapa kata yang perlu saya ubah setelah semuanya selesai dikoreksi oleh mentor kelas kami. Setelah buku saya selesai dan fix untuk dicetak saya sangat bahagia sekali, dan kebahagiaan ini juga tak lupa saya bagi kepada ibu saya, seorang tokoh biografi yang saya tulis menjadi sebuah buku.

Berulang kali ucapan rasa syukur ibu ucapkan karena saking bahagianya beliau setelah mendengar bahwa buku yang saya tulis telah selesai. Karena waktu itu buku saya masih belum selesai dicetak, ibu berulang kali melihat cover dan tulisan saya yang ada di laptop dengan perasaan haru dan bahagia. Apalagi yang saya tulis dalam buku itu adalah dirinya.

Beberapa kali ketika kami sekeluarga berkumpul buku saya selalu menjadi topik pembicaraan mereka, karena diantara ketiga anak ibu ada yang mampu mengabadikan kisah perjuangan ibu dan hal itu juga direspon sangat baik oleh nenek.

Bagi saya Program Rumah Literasi sangat bermanfaat sehingga saya pun mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan yaitu pengalaman pada saat pembuatan buku, dan bahkan ketika membuat cover buku juga, awal kalinya saya pun sedikit kesusahan karena bimbingan Kak Saripaini akhirnya bisa. Dan berkat bimbingan Rumah Literasi yang tidak bisa menjadi bisa. Terima kasih program Rumah Literasi dan terima kasih juga buat Kak Saripaini telah membimbing saya.

Semoga buku saya ini bermanfaat bagi pembaca, utamanya saya dan keluarga besar kami. Semoga dengan adanya buku ini para anak bisa lebih menghargai jasa seorang ibu dan bisa termotivasi untuk lebih bisa berbuat baik lagi untuk para orang tua kita.

Amin ya rabbal alamin….. (Peserta Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak).

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 07 18 at 10.22.45

Upacara dan Tumpeng 13 Tahun Kubu Raya

WhatsApp Image 2020 07 18 at 11.51.40

Reuni Indo Journalist Programe 1 dan 2 di Pontianak