Beberapa hal lucu terjadi, seperti mulai merapikan buku untuk distaples –dan hal itulah yang sering kali gagal saya lakukan; hingga kurangnya tekanan pada staples sehingga isi staples tidak masuk ke dalam halaman terakhir buku sehingga harus diulang, dan hal itu sangat menguras tenaga. Selain itu juga sering kurang pasnya cover yang kami tempelkan pada bukunya sehingga harus dibuka kembali covernya.
Yang paling lucu adalah ketika tepat pada buku kawan sekelas saya yaitu Ade Kirania Gisella Putri mungkin lebih dari tiga kali saya gagal memasang staples itu dengan benar sehingga buku itu menjadi agak rusak. Hal itu membuat saya dan Dinda yang membantu saya tertawa terpingkal-pingkal. Lalu buku yang sudah kami staples itu kami foto dan kami kirimkan ke Ade Kirania, dengan tulisan permohonan maaf karena bukunya telah menjadi percobaan kami.
