Tidak hanyak layout yang kakak ajarkan kepada saya. Mereka juga ajarkan bagaimana cara ngeprit buku, memotong buku, menstaples buku agar kencang, dan memberikannya sampul. Di situ sangat banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Saya sangat bersyukur sekali bisa terpilih menjadi Tim Editing dan Layout ini.
Jadi dengan itu, dapat saya mendapat motivasi menulis buku, mengedit dan lainnya. Saya lebih menggunakan waktu saya dengan mengedit buku, dengan itu saya tidak membuang waktu luang saya dengan hanya diam-diam saja. Bagi saya waktu itu sangat berharga. Waktu itu tidak bisa dibeli, karena sesuatu apapun itu jika kita tidak pandai membagi waktu, maka waktu luang kita akan terbuang sia-sia.
Dari kegiatan itulah saya tahu bahwa proses pembuatan buku ternyata tidaklah sederhana proses menggambar. Banyak aspek yang harus dipelajari. Banyak yang harus ditata. Tata dalam proses membuat buku ini, baik yang berkaitan dengan gambar, teks, maupun layout buku. Tak kalah petingnya juga adalah belajar tata cara mencetak bukunya di percetakan digital.
Sebelum melayout buku kita harus tahu langkah-langkahnya, yaitu dengan memilih ukuran buku. Untuk buku fiksi dan buku teks standar, penerbit di Indonesia memakai ukuran A5 adalah 14,8 x 41 cm. Dan masih banyak variasi lainnya.
