in

Rumah Literasi: “Saya Belajar Banyak dari Proses Editing dan Lay Out”

WhatsApp Image 2020 07 23 at 15.02.28

Oleh: Nurjanah

Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan kepada saya bisa ikut bersama Tim Club Editing dan Layout. Saya sangat senang sekali bisa ikut Tim ini, kenapa? Ya karena dengan ini, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari mengedit buku. Ketika mengedit buku itu bukan hal yang mudah bagi saya, apalagi ketika mengedit buku yang bukan milik kita, kita tidak bisa asal-asal mengedit, harus bertanya dengan pihak yang membuat buku.

Ketika mengedit, saya mendapatkan salah satu file milik kawan saya sendiri. Di situ saya agak sedikit kesulitan, karena di buku tersebut banyak sekali kata-kata yang tidak baku. Nah, dengan bertanya kepada kakak pembina, saya mulai mengerti kata-kata yang tidak baku seperti apa. Dan banyak sekali kata-kata yang tidak pas dan masih banyak lagi. Dengan cara mengedit saya banyak mendapat ilmu. Saya belajar memilih kosa kata yang tidak nyambung menjadi kata yang pas. Mengubah kata yang tidak efektif dan kata-kata yang bertele-tele menjadi sebuah kata yang sangat efektif dan baku.

Baca Juga:  Wakaf HMI Produktif dengan Kaderisasi

Selain itu, dari awal saya tidak mengerti apa itu layaout, ketika saya mengikuti kegiatan ini alhamdulillah saya bisa mengerti layout itu bagaimana. Berkat kakak pembina dan tekad, kini saya bisa.

Tidak hanyak layout yang kakak ajarkan kepada saya. Mereka juga ajarkan bagaimana cara ngeprit buku, memotong buku, menstaples buku agar kencang, dan memberikannya sampul. Di situ sangat banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Saya sangat bersyukur sekali bisa terpilih menjadi Tim Editing dan Layout ini.

Jadi dengan itu, dapat saya mendapat motivasi menulis buku, mengedit dan lainnya. Saya lebih menggunakan waktu saya dengan mengedit buku, dengan itu saya tidak membuang waktu luang saya dengan hanya diam-diam saja. Bagi saya waktu itu sangat berharga. Waktu itu tidak bisa dibeli, karena sesuatu apapun itu jika kita tidak pandai membagi waktu, maka waktu luang kita akan terbuang sia-sia.

Dari kegiatan itulah saya tahu bahwa proses pembuatan buku ternyata tidaklah sederhana proses menggambar. Banyak aspek yang harus dipelajari. Banyak yang harus ditata. Tata dalam proses membuat buku ini, baik yang berkaitan dengan gambar, teks, maupun layout buku. Tak kalah petingnya juga adalah belajar tata cara mencetak bukunya di percetakan digital.

Baca Juga:  Dari Rusen Dengan Gunta Wirawan

Sebelum melayout buku kita harus tahu langkah-langkahnya, yaitu dengan memilih ukuran buku. Untuk buku fiksi dan buku teks standar, penerbit di Indonesia memakai ukuran A5 adalah 14,8 x 41 cm. Dan masih banyak variasi lainnya.

Selain itu, menetukan margin halaman, nomor halaman, menetapkan font dan ukurannya. Nah itulah ilmu yang saya dapatkan ketika belajar di Tim ini.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kakak pembina yang telah membimbing saya, dan telah ikhlas meluangkan waktunya utuk membelajari saya dari tentang editing dan layout dan lainnya. Terima kasih terutama kepada Pak Yusriadi yang telah memberikan sebagian ilmunya. (Peserta Rumah Literasi FUAD, IAIN Pontianak).

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 07 23 at 14.51.01

Rumah Literasi: Pengalaman Latihan Editor

WhatsApp Image 2020 07 23 at 16.26.02

Penegakan Hukum Tajam ke Atas terkait Karhutla Hanya Ilusi