Dokumen yang beberapa pekan tidak disentuh mulai kubuka kembali. Setiap cerita yang telah ditulis kubaca ulang agar sama dengan peristiwa yang ada di lembaran-lembaran itu. Alhamdulillah, tulisanku mulai mengalami perkembangan walaupun sedikit. Setiap hari dalam sepekan, yang aku ingat hanyalah hari Jumat karena hari itu merupakan jadwal pengumpulan laporan perkembangan dari setiap cerita yang telah ditulis. Hingga tak terasa, pekan demi pekan berlalu, tibalah pekan ke-14, jumlah kata yang berhasil kutulis mencapai 9.312 kata, masih kurang 5.000 kata untuk mencapai 14.000 jumlah kata yang telah ditetapkan untuk menjadi sebuah buku. “Langitan doa, luaskan usaha”. Kata-kata itu yang ada di dalam benakku ketika semakin dekat dengan pekan terakhir Rumah Literasi, pekan ke 16. “Berdoa, berdoa, berdoa, minta sama Allah agar semuanya dimudahkan dan semoga karya ini barokah,” monologku setiap rasa putus asa mencoba mengusik tekadku saat itu. “Sesuatu yang telah dimulai, harus dituntaskan”, beberapa kata yang aku ucapkan untuk meyakinkan bahwa aku mampu menyelesaikan tulisan pertamaku. Dengan tekad ingin menuntaskan cerita yang telah ditulis, aku mencoba mendatangi salah seorang teman untuk meminta saran dan masukan dari cerita-cerita yang telah berhasil aku rangkai. Dan masya Allah, lagi-lagi Allah memberikan pertolongan, jumlah kata yang berhasil aku tulis mengalami kemajuan yang sangat pesat, dalam satu pekan tulisanku mencapai jumlah kata yang telah ditetapkan. Pekan ke- 15 tulisan itu berhasil kutuntaskan.
Rumah Literasi: Sebuah Cerita untuk Karya Pertamaku
