Menuju arah penyeberangan, terdapat pohon besar dan warung makan di sebelah kiri jalan. Di depan warung itulah terdapat plang desa dan dusun. Pas di samping warung itulah jalan menuju penyeberangan Parit Sri Ketapang Tebang Kacang. Agak mudah mencarinya, karena terdapat plang papan putih ditulis menggunakan cat hijau di mulut jalan.
Di bagian depan jalan bersemen mulus, beberapa meter ke dalam jalan mulai pecah-pecah tapi masih relatif mudah dilewati. Kanan kiri persawahan dan banyak pohon sagu. Ada yang masih rimbun, ada juga sebagian yang sudah tumbang. Di ujung jalan terdapat pertigaan, ambil arah kiri. Di ujung pertigaan sungai sudah nampak. Dari pertigaan itu, hanya tidak lebih 5 menit sampai di penyeberangan. Penyeberangan agak di ujung, hanya ada beberapa rumah di ujung dan sudah mulai sepi. Kata Ibu yang sedang duduk di teras rumah ujung, jalan itu buntu.
