Community

Sebagian Jejak Sejarah

Sebagian Jejak Sejarah

Kami sempat menunggu beberapa saat. Baling-baling motor air sedang diperbaiki. Menjelang jam 10 kami menyeberang. Motor air hanya bisa menganggkut 3-4 motor dan tidak melayani tosa bermuatan. Kanan kiri penyeberangan nampak beberapa keramba warga di ujung anak tangga menuju sungai. Ikan nila sepertinya, ikannya nampak sekilas. Dermaga seberang kelihatan. Tapi sepi, tak ada yang menyeberang.
Beberapa orang duduk di pondok kecil beratap terpal di penyeberangan. Terdapat bangku dan meja untuk berjualan bensin dan beberapa jenis kue. Rumah-rumah warga ada yang sudah permanen dan semi permanen.

Kantor desa terletak pertenggahan antara dusun Tebang Sari dan Turba. Kanan kiri kantor desa masih semak belukar. Bagian belakang dibatasi kebun karet, bagian depan setelah jalan terdapat parit. Di seberang parit masih semak belukar juga. Dusun Turba tertutup semak dan tak nampak dari kantor desa.

Baca Juga:Rindu Kampung

Dulu beberapa orang yang saya kenal pernah berdomisili di desa ini setelah kerusuhan 97. Tapi tidak lama, kemudian pindah. Cerita pendahuluan sudah sering juga saya dengar tentang desa ini. Entah seperti apa bayangan Tebang Kacang saat tahun 97 dulu. Tapi yang jelas, kini desa ini sudah nampak mulai tertata. Dan saya menyaksikan jejak sejarah lokasi korban tragedi 97 dulu.