Community

Sebuah Refleksi Perjalanan Pulang Kampung Batu Ampar: Masa Kejayaan itu Tinggal Kenangan

Sebuah Refleksi Perjalanan Pulang Kampung Batu Ampar: Masa Kejayaan itu Tinggal Kenangan

Seiring dengan berjalannya waktu “masa kejayaan” itu kini tinggal kenangan saja. Dimulai, tahun 90-an akhir masuk tahun 2000-an satu per-satu perusahaan kayu itu colaps, sehingga memberikan dampak yang sangat siginifikan terhadap perekonomian masyarakat Desa Batu Ampar. Menurut Bang Mulyadi (Panggilan akrab Bang Bol), dulunya penghasilan mereka didapat dari statusnya sebagai karyawan perusahaan yang menerima gaji mingguan, akan tetapi saat ini mereka harus berjibaku dengan berbagai macam pekerjaan apapun yang bisa menghasilkan uang untuk menafkahi keluarga, biaya anak sekolah dan kebutuhan lain yang mereka inginkan tanpa mereka bisa pastikan berapa besaran uang yang mereka dapatkan dari hasil pekerjaan tersebut. Tak jarang mereka harus melakoni dua profesi sekaligus, seperti menjadi nelayan menangkap kepiting, Ikan dan udang, serta menjadi Petani Arang Bakau sebagai sambilan oleh sebagian masyarakat.
Begitu juga pak Abdul Jalil atau biasa disapa dengan “Cek Dulel” beliau sejak saya masih kecil sampai sekarang masih betah menjalani profesinya sebagai nelayan kepiting bahkan kalau boleh saya memberikan penilaian beliau “menikmati” pekerjaannya sebagai nelayan ke.piting, walaupun sebenarnya tidak memberikan perubahan apapun dari sisi ekonominya.