Community

Sistem Pendidikan Baru, Sudah Siapkah Indonesia?

Sistem Pendidikan Baru, Sudah Siapkah Indonesia?

Lalu menanggapi penghapusan UN 2021, Fadhil selaku orang yang sudah lama berkecimpung di dunia literasi mengatakan bahwa ini adalah suatu esensi yang sebetulnya dicari oleh KEMENDIKBUD selama ini. “Saya sangat setuju dengan kebijakan MENDIKBUD yang akan menghapus UN dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Karena menurut saya inilah esensi yang sebetulnya dicari oleh KEMENDIKBUD selama ini. Yaitu mengecek standar kualitas pelajar secara nasional yang dirasa lebih riil dan jujur sehingga tepat buat acuan kebijakan pembelajaran ke depan.”

Pernyataan ini seolah mengamini statement Sabda PS dalam perbincangan dengan Cania Citta pada kanal Youtube, Geolive. “…kebanyakan orang yang dari non-pendidikan, ketika ngomongin pendidikan fokus pada apa yang diajarin. Sebenarnya, first thing first, biasanya para pendidik, bukan apa yang diajarin, tapi asesmennya yang bagaimana. Asesmen bukan cuman tes TOEFL dan sebagainya. Lebih luas, intinya memastikan seseorang memiliki skill tertentu.” Hanya saja, banyak pendapat juga yang mengatakan apakah dengan waktu singkat Indonesia siap menerapkan penghapusan UN dan menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum mengingat SDM tenaga pengajar di daerah yang masih kurang.

Fadhil menambahkan bahwa setiap kebijakan yang diputuskan tentunya akan ada kekurangannya. Artinya, ini yang akan menjadi evaluasi di tahun berikutnya. Dan tentu dapat diminimalisir agar tidak terulang pada pelaksanaan berikutnya.