Community

Tak Banyak yang Kutahu tentang Bapak

Tak Banyak yang Kutahu tentang Bapak

Oleh : Khatijah

“Bapak kamek marah nanti Jah, kalo kamek tak balek ke rumah ni”. Kalimat yang terlalu sering aku dengar dari mulut temanku. Bukan hal yang lumrah lagi kini menyaksikan kasih sayang seorang ayah di depan mataku.

Dulu saja aku yang terlalu mewek. Kucoba untuk menahan kristal di kelopak mata agar tidak terjatuh jika menyaksikan adegan seorang bapak dan ayahnya bercanda ria di depanku, tapi kini tidak ada lagi cairan yang disebut air mata hadir jika aku menyaksikannya lagi, yang tetap tinggal ialah pertanyaan-pertanyaan,

“Di mana bapakku?”,

“Bagaimana rupa bapakku?”,

“Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan laki-laki yang aku harus memanggilnya bapak?”,

“Kenapa dengan pikiran ibu jika aku menemukan bapak?” dan banyak lagi.

Keberuntungan setiap orang berbeda-beda, ada yang beruntung karena mempunyai orangtua PNS sehingga masalah keuangan tidak perlu ia pikirkan, ada yang salah satu orangtuanya telah meninggal, dan bahkan ada yang kedua orangtuanya tidak ada, dan aku kata orang sangat beruntung mempunyai ayah tiri sebaik bapakku, ayah tiri yang selalu mementingkan masa depanku, ayah tiri yang tidak peduli bagaimana ia diomeli oleh ibuku jika memberikan uang jajan lebih kepada anak-anak tirinya, ayah tiri yang sangat peduli dengan kebahagianku.